ramadhan 1436

Energipos.com/News/Nasional

shadow

Mantan Menteri ESDM: Kerjasama Energi Bisa Lewat Jalur OKI

ENERGIPOS,Semarang-Rencana Indonesia kembali menjadi anggota OPEC dinilai mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro kurang tepat. Pasalnya, OPEC kumpulan negara eksportir. Sedang Indonesia adalah negara importir minyak. Sebagai kumpulan negara eksportir, OPEC misinya adalah terbentuknya harga minyak setinggi-tingginya. Ini jelas berlawanan dengan Indonesia yang berharap mendapat harga minyak murah karena sebagai pembeli. Untuk itu, Purnomo mengungkapkan lebih baik Indonesia memanfaatkan forum OKI untuk mendapatkan akses pasar minyak. Sebab posisi Indonesia dalam OKI sangat kuat dan mendapat perhatian negara anggota OKI. “Dalam forum OKI Indonesia lebih diperhatikan mengingat posisinya sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia” ujar Purnomo di Semarang, Senin (15/6/2015). Sebaiknya pemerintah mengoptimalkan posisi ini. Purnomo yang mengungkapkan hal itu usai memberikan paparan pada seminar Optimalisasi Pengelolaan Energi untuk Menjamin Ketahanan Energi Nasional, di Universitas Diponegoro, Semarang, mengatakan pentingnya OKI. Dia justru mengingatkan bahwa Indonesia tak lagi memiliki posisi strategis dalam OPEC. Kendati pernah menjadi anggota penuh, kini Indonesia adalah negara importir minyak yang tergolong besar di dunia. Purnomo yang pernah menjabat sebagai Gubernur OPEC juga mengungkapkan perlunya Indonesia mencari forum lain yang lebih efektif untuk membina kerjasama strategis dalam rangka memenuhi kebutuhan Indonesia terhadap minyak bumi dan BBM. Sebelumya, saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan keinginan pemerintah kembali menjadi anggota OPEC. Sudirman mengatakan ini untuk mempermudah akses pasar minyak mentah dunia.(rim)

Baca Juga