ramadhan 1436

Energipos.com/News/Nasional

shadow

Infrastruktur, Butuh Anggaran Besar Namun Dana Cekak

Jakarta- Tantangan pembangunan infrastruktur akan menjadi beban berat siapapun yang akan terpilih memimpin pemerintahan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada solusi atas besarnya kebutuhan anggaran infrastruktur namun dana yang ada amat minim alias cekak. Presiden baru akan menghadapi tantangan berat dalam persoalan infrastruktur. Anggaran yang dibutuhkan besar namun minim dana,kata Dedi S Priatna, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dalam Internasional Gas Forum di Jakarta, Rabu (25/6/2014). Menurut dia, kebutuhan dana infrastruktur dalam pengelolaan pembangunan bisa mencapai Rp 4.200 triliun. Sementara kemampuan pemerintah dalam menyiapkan dana alokasi anggaran dari berbagai kerja sama dengan pihak swasta hanya sebesar Rp1.200 triliun. ?Artinya itu sekitar 22% yang bisa dipastikan bisa didapat. Sisanya mau dapat darimana? Makanya dapat saya katakan tugas pemerintah selanjutnya sangat berat, kata Dedi. Dia menambahkan, persoalan infrastruktur merupakan kegiatan yang krusial dan cukup penting bagi pembangunan nasional. Bahkan, hal ini menjadi indikator atau modal kemajuan suatu negara. Tanpa infrastruktur yang memadai nyaris tak bisa diharapkan roda ekonomi berputar dengan baik. Dalam proyeksi di tahun 2025, pemerintah telah mengupayakan agar Indonesia masuk dalam negara yang berpenghasilan menengah ke atas (upper middle). ?Infrastruktur itu syarat untuk majunya suatu negara untuk mencapai pembangunan yang positif. Indonesia 2025 harus menjadi negara berpenghasilan menengah atas,? katanya. Dia menuturkan, sebelum pemerintah menjalankan semua proyek infrastruktur secara menyeluruh, Indonesia perlu merampungkan persoalan infrastruktur di seluruh wilayah. Patokan waktu yang perlu disiapkan untuk menyelesaikan infrastruktur dasar ini harus rampung pada tahun 2019. ?Apa infrastruktur dasar itu? Infrastruktur tersebut adalah listrik. Pemerintah perlu melistriki seluruh wilayah pada tahun 2019 nanti,? tutur dia. (bob)

Baca Juga