ramadhan 1436

Energipos.com/News/Nasional

shadow

Prioritaskan Pengembangan Energi Terbarukan, Nuklir Pilihan Terakhir

Demikian antara lain disampaikan oleh mantan Menteri ESDM Prof Purnomo Yusgiantoro dalam paparannya pada seminar "Optimalisasi Pengelolaan Energi untuk Menjamin Ketahanan Energi Nasional" yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, Senin (15/6). Indonesia memiliki berbagai jenis sumber energi terbarukan yang bekum dimanfaatkan secara optimal, sebut saja panasbumi yang cadangannya merupakan yang terbesar di dunia tetapi pemanfaatannya masih sangat terbatas. Demikian pula tenaga air, tenaga matahari, biomasa, energi laut dan lainnya. "Memang saat ini biaya produksi energi terbarukan masih rekatif lebih mahal dari batubara tetapi dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan energi dunia,  biaya produksi akan semakin menurun di masa depan" demikian ditegaskan Purnomo. Namun demikian agar pemanfaatan energi terbarukan berjalan dengan optimal maka berbagai kendala yang mengganggu daya tarik investor untuk masuk dalam pengusahaan energi terbarukan harus segera diselesaikan, semisal tumpang tindih kebijakan, kesiapan lahan, waktu proses perijinan dan sebagainya. Menurut Purnomo, Indonesia harus konsisten dalam penerapan KEN sebab strategi yang diatur dalam KEN sudah sangat positif dalam pengembangan energi terbarukan terutama dengan sasaran energi terbarukan yang mencapai 23% dalam bauran nasional pada tahun 2025. "Harus konsisten dan terus bekerja untuk mengembangkan energi terbarukan yang bersih dan beresiko rendah, setelah semua dikembangkan dengan maksimal dan ternyata belum cukup baru dapat dipertimbangkan untuk melirik energi nuklir, karena sebagaimana diamanatkan dalam KEN, nuklir merupakan pilihan terakhir" demikian ditegaskan Purnomo (bsr).

Baca Juga