ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Inilah Beban Sektor Energi Bagi Pemerintah Mendatang

Jakarta–Siapapun yang terpilih memenangkan Pilpres bulan depan, akan memimpin pemerintahan dengan menanggung beban berat pada sektor energi. Beban itu adalah besarnya subsidi, krisis listrik dan merosotnya produksi minyak mentah.

“Beban subsidi BBM saja sudah mencapai Rp300 triliun lebih sedangkan subsidi listrik mencapai Rp80 triliun. Ini masalah yang perlu dihadapi pemerintahan kabinet baru nanti,” tutur Ari Soemarno, mantan Dirut PT Pertamina di Jakarta, Selasa (24/6/2014). Beban subsidi semakin bertambah jika harga minyak mentah naik, rupiah terdepresiasi serta volume kebutuhan BBM yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Merosotnya produksi minyak mentah menjadikan beban pengadaan BBM nyaris komplit kompleksitasnya. Persoalan kedua, adalah krisis listrik yang bakal menghantui wilayah Indonesia. Pertumbuhan jumlah pembangkit listrik yang memasok energi listrik kalah jauh dengan pertumbuhan permintaan. Upaya mempercepat pembangunan pembangkit listrik juga tak berjalan mulus. Berikutnya adalah pengelolaan sektor minyak bumi dan BBM yang lemah. Ari menerangkan, produksi dan cadangan minyak bumi terus menurun. Namun investasi tak dikelola dengan baik. “Kita punya potensi migas tapi tak menarik bagi investor. Kontraktor minyak sudah mengatakan bahwa sangat tidak tertarik jika eksplorasi di Indonesia karena persoalan birokrasi dan ijin,” ujar Ari.(ris)

Baca Juga