ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow
Ulasan Redaksi Minggu Ini

Rencana Kenaikan Harga BBM Paska Lebaran

ENERGIPOS.COM,  JAKARTA-Pemerintah berencana meninjau kembali harga jual BBM yang selama ini ditahan untuk tidak naik dalam upaya melindungi kegiatan  ekonomi masyarakat. Namun kondisi ini diperkirakan akan menyulitkan PT Pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM nasional apabila harga tidak segera disesuaikan. Pemerintah nampaknya tidak punya banyak pilihan kecuali menaikkan harga jual BBM subsidi (solar) dan menyetujui usulan PT Pertamina untuk menaikkan harga jual BBM (premium) non subsidi. Semula Pemerintah sangat percaya diri untuk meninjau harga jual BBM setiap bulan bahkan setiap 2 minggu, namun kebijakan ini kemudian dikritik oleh DPR karena dinilai menyulitkan dunia usaha dan masyarakat. Pemerintah akhirnya mengambil kebijakan baru yaitu menyesuaikan harga BBM antara 3-6 bulan. Harga BBM terakhir dinaikkan pada tanggal 28 Maret 2015 masing-masing premium (RON 88, penugasan  di luar Jawa Bali) menjadi Rp. 7300/liter dan solar (subsidi tetap) menjadi Rp. 6900/liter, maka besar kemungkinan pemerintah akan berhitung untuk menaikkan harga setelah lebaran, akhir Juli atau Agustus 2015. Kenaikan harga BBM dipengaruhi oleh harga minyak mentah dan BBM impor serta kurs dollar. Pada periode tersebut harga minyak mentah dunia mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menguat sejak akhir Maret 2015 hingga ke pertengahan Juni 2015 untuk kemudian melemah namun masih diatas harga minyak mentah bulan Maret 2015. Sementara kurs rupiah terhadap dollar juga tidak kunjung membaik. Hal yang menggembirakan dari perspektif Pemerintah barangkali adalah turunnya pertumbuhan konsumsi BBM akibat lesunya pertumbuhan ekonomi lokal dan global sehingga kalau harus menunda lagi kenaikan harga BBM maka dari sisi volume masih lebih baik daripada pada pertumbuhan konsumsi yang tinggi. Buat Pertamina, kondisi ini tentu kurang menguntungkan dan berpotensi menggerus pendapatan perusahaan.Memang menaikkan harga BBM ditengah-tengah pertumbuhan ekonomi yang sedang lesu akan memberatkan masyarakat yang boleh jadi banyak yang terpaksa dirumahkan sehingga menyebabkan daya beli menurun. Hal yang bisa dilakukan oleh Pemerintah dalam jangka pendek adalah segera menggenjot realisasi proyek-proyek infrastruktur yang menyerap tenaga kerja yang besar. Proyek-proyek infastruktur diyakini akan dapat memutar roda perekonomian  sehingga memulihkan bahkan meningkatkan dayabeli masyarakat. Saat itu barangkali tepat untuk menaikkan harga BBM dalam kisaran yang proporsional dengan perkembangan ekonomi nasional. Kita tunggu saja. B hutabarat

Baca Juga