ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Rupiah Melemah Subsidi Listrik Membengkak

Jakarta, Gara-gara rupiah melemah, subsidi listrik membengkak. Bahkan fluktuasi pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 12 ribu per USD membuat pemerintah keteteran mengelola subsidi listrik. Kurs ini tentu berat harus ada pengendalian terhadap dampak kurs ini. Kalau kurs rupiah gonjang-ganjing agak susah, kata Jarman, Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM, di katornya, Jakarta, pekan lalu. Menurut dia, pengaruh kurs terhadap subsidi berimplikasi pada biaya pokok penyediaan (BPP) listrik plus margin PT PLN (persero). Lantaran secara otomatis BPP yang membengkak dan membuat perseroan merogoh kocek berlipat ganda untuk membeli listrik dari Independen Power Producer (IPP). Harapannya rupiah bisa stabil ke depannya,? kata Jarman. Diungkapkan pemerintah terus mencari solusi dengan menggenjot penambahan kapasitas pasokan listrik dan menurunkan BPP. Pilihannya antara lain menyediakan pembangkit alternatif yang lebih murah seperti mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbahan bakar utama batu bara. Selain itu juga terus mengatur komposisi bauran energi yang semakin kecil pada penggunaan bahan bakar mintak. Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2013 bauran energi terdiri BBM 50 %, gas bumi sebesar 20%, batu bara 25%, dan energi baru terbarukan (EBT) 5%.(bob)

Baca Juga