ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Perusahaan Smelter Bentuk Asosiasi, Ini Tujuannya

ENERGIPOS.COM,JAKARTA--Sebanyak 25 perusahaan smelter segera membentuk Asosiasi Perusahaan Pengolahan dan Pemurnian Indonesia atau Indonesian Smelter Processing Association. Mereka minta dukungan pemerintah.

"Asosiasi ini bertujuan supaya bisa mendapatkan kepastian bahan baku," ujar Haykel Hubies, Direktur PT Delta Prima Steel di Jakarta, Jumat (3/4/2015). Haykel Hubies merupakan salah satu inisiator pembentukan asosiasi ini.

Dia menambahkan bahwa sekarang ini, dengan sudah dilarangnya hasil tambang mineral diekspor, maka pengolahan dan pemurnian dilakukan di dalam negeri. Sehingga harus ada jaminan mendapatkana bahan baku.

"Sebagai industri pionir, perusahaan pemilik smelter mengalami masa transisi, di mana sebelumnya, bahan baku hasil tambang boleh diekspor dengan spesifikasi apapun," papar Haykel. Hal tersebut amanat UU No 24/2009 tentang Minerba.

Haykel mengatakan saat ini terdapat 25 perusahaan pemilik smelter, dimana sekitar 14-16 perusahaan sudah beroperasi melakukan kegiatan smelter dan sisanya masih dalam rangka penyelesaian pembangunan fasilitas smelter.

Sebanyak 25 anggota yang akan menjadi anggota asosiasi itu terdiri dari perusahaan pengolahan baja sebanyak enam perusahaan, empat pengolah tembaga, tiga pengolah alumina, satu pengolah mangan, dan sebelas nikel.

Adapun perusahaan smelter besi baja adalah PT Krakatau Posco, PT Meratus Jaya, PT Sebuku Iron Laterictic Ores (SILO), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Gunung Steel Group, dan PT Delta Prima Steel.

Adapun perusahaan pengolahan smelter menjadi tembaga adalah PT Smelting, PT Timah, PT Tinindo Internusa, PT Refined Bangkadin. Perusahaan smelter pengolahan alumina antara lain PT Indonesia Chemichal Alumina, PT Well Harvest, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Perusahaan pengolahan mangan adalah PT Indotama Ferro Alloys. Sedang sebelas perusahaan smelter pengolahan menjadi nikel adalah Antam, PT Vale Indonesia Tbk, PT Fajar Bakti Lintas Nusantara, PT Bintang Smelter Indonesia.

Kemudian PT Macika Mineral Industri, PT Sulawesi Miningt Investment, PT Cahaya Modern Metal Industry, PT Bintang Timur Steel, PT Century Metalindo, PT Indoferro, PT Karyatama Konawe Utara.(ris/ant)

Baca Juga