ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Volume Solar Bersubsidi 2016 Sebesar 16-18 Juta KL, Subsidi LPG 3 Kg Tertutup

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Volume Solar bersubsidi tahun 2016 diputuskan sebesar 16 hingga 18 juta Kilo Liter (KL). Keputusan ini dihasilkan dalam rapat kerja antara Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR, Rabu (24/6/2015). "Jadi volume Solar bersubsidi 2016 sebesar 16 hingga 18 juta Kilo Liter ini telah disetujui," ujar Tamsil Linrung, Wakil Ketua Komisi VII sambil mengetokan palu saat memimpin rapat kerja yang membahas asumsi makro RAPBN 2016. Angka tersebut lebih tinggi dibanding usulan Pemerintah yaitu 16,82 juta KL hingga 17,22 juta KL. Menurut Menteri Sudirman Said usulan tersebut telah memperhitungkan kuota bagi nelayan dan pertumbuhan konsumsi Solar sebesar 5-7,5%. "Usulan volume Solar bersubsidi tahun 2016 tidak jauh berbeda dengan, 2015 karena prognosa realisasi pemakaian Solar dari Januari hingga Desember 2015 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,23 juta KL," ujar Sudirman. Menteri Sudirman juga mengungkapkan dari hasil pengurangan konsumsi kapal nelayan 30 GT serta berkurangnya penyelundupan. "Penyelundupan Solar juga berkurang karena disparitas harganya kecil," papar Sudirman. LPG Selain Solar bersubsidi, rapat juga menyepakati volume LPG tabung 3 kg antara 6,5 juta MT hingga 6,65 juta MT. Sebelumnya, Pemerintah mengusulkan volume LPG tabung 3 kg sebesar 6,602 juta MT. Kesepakatan volume LPG bersubsidi ini dengan catatan tidak ada kenaikan harga LPG tabung ukuran 12 kg. Selain itu, Komisi VII DPR juga memperhitungkan apabila ada tambahan daerah yang terkonversi. Komisi VII DPR juga meminta Pemerintah melakukan pengawasan penggunaan LPG tabung ukuran tabung 3 kg, seperti melakukan sistem distribusi tertutup. Penegasan ini dinilai perlu agar tak terjadi penyeleweangan. Menteri ESDM setuju dengan keinginan itu. "Untuk mengendalikan penggunaan LPG bersubsidi, Pemerintah mengupayakan sistem single platform di mana subsidi tidak diberikan ke produk tetapi langsung ke masyarakat," ujar dia. Untuk tahun ini, uji coba akan dilakukan di Batam, Bali dan Tarakan. Adapun fokus konversi BBM ke LPG ke wilayah Indonesia bagian Timur untuk tahun 2016, yaitu Sumbawa, Maluku dan Sulawesi.(mt)

Baca Juga