ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Harga Minyak Masih Bergantung Dengan Kondisi Politik

ENERGIPOS.COM, MEDAN - Harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan dapat diprediksi. Sehingga sampai saat ini harga dapat terus naik dan turun. Hal ini disebabkan dalam mengambil kebijakan harga, sangat berkaitan dengan kebijakan situasi politik di dalam negeri. Demikian dikatakan mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof Dr Purnomo Yusgiantoro dalam acara Seminar Nasional 'pengelolaan sumber daya energi yang berkelanjutan untuk ketahanan nasional' di Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Selasa (25/9). Hadir dalam seminar tersebut Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu, Sekjen Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Saleh Abdurahman, Sekretaris DPC Gerindra Medan John Sari Haloho, pakar energi terbarukan Fabby Tumiwa dan ratusan mahasiswa UNIKA Santo Thomas. "Karna berkaitan dengan politik maka harga minyak tidak akan pernah bisa ditebak. Karena ada tarik menarik kepentingan disana," kata mantan Menteri periode 2000-2009, ini. Selain keterkaitan dengan situasi politik, persoalan global juga menjadi hal yang sangat berpengaruh terhadap harga minyak. Faktor-faktor global tersebut yakni konflik-konflik perbatasan baik di kawasan Timur Tengah selaku daerah pemasok maupun konflik perbatasan antar negara di kawasan lain. Seperti konflik antara Indonesia dan Malaysia terkait blok Ambalat, dan juga konflik perbatasan di Laut Cina Selatan. "Semua ini berkaitan dengan adanya kandungan sumber daya disana," ujarnya. Purnomo juga menjelaskan saat ini banyak juga dipersoalkan isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini juga menurutnya sangat berkaitan dengan upaya pemanfaatan energi terbarukan. PSaat ini persoalan lingkungan menjadi hal yang paling banyak dibahas seiring upaya pembangunan sumber energi baru terbarukan. Ini menjadi bagian dari persoalan yang sangat mempengaruhi ketahanan energi nasional," ujarnya. (BH)lll

Baca Juga