ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Pertamina dan Telkom Bangun Digitalisasi Nozzle yang Lebih Akurat

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - PT. Pertamina (Pesero) bekerja sama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, akan l memasang sistem digital pada 75.000 nozzle di 5.518 SPBU seluruh Indonesia. Pemerintah sendiri menargetkan akan menyelesaikan proses digitalisasi ini pada pertengahan tahun 2019 mendatang. Demikian dikatakan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, saat menghadiri penandatanganan kerja sama digitalisasi nozzle Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jakarta, Jumat (31/8). Wamen ESDM juga mengapresiasi langkah yang diambil oleh PT Pertamina dengan PT Telkomunikasi Indonesia selama ini. "Hari ini sangat menggembirakan karena tren di dunia nantinya semuanya akan berdasarkan data analisis. Ini era baru dimana kita bersaing dengan analisis big data salah satu komponennya adalah digitalisasi," kata Arcandra. Menurut Arcandra, dengan adanya digitalisasi nozzle, maka akan memudahkan pemantauan data penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dibutuhkan oleh masing-masing SPBU secara realtime melalui handphone. Selain itu, proses digitalisasi nozzle itu memiliki keunggulan dalam memonitor kebutuhan subsidi energi yang diajukan oleh Kementerian ESDM dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2019 sebesar Rp150 triliun. "RAPBN kemarin yang kita ajukan untuk subsidi energi ada Rp150 triliun. Cukup besar. Dari Rp150 triliun, sekian persennya untuk peruntukan BBM dan LPG. Untuk BBM yang terbesar ada di solar," ujar Arcandra. Selama ini, kata dia, pendataan kebutuhan dan penyaluran subsidi solar dilakukan secara manual sehingga tidak bisa dimonitor secara akurat dan realtime. Melalui penggunaan digitalisasi SPBU dalam nozzle, maka jumlah kebutuhan dan penyaluran subsidi tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan. Untuk itu, Pemerintah meminta Pertamina untuk memanfaatkan digitalisasi SPBU demi mendapatkan akurasi data Senada dengan Arcandra, Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan percepatan program pengoperasian nozzel dengan sistem digital dilakukan demi mengantisipasi situasi kelangkaan BBM. "Jangan kekurangan, tapi jangan juga berlebihan karena cost kelebihan stok akan mahal sehingga menggerus keuntungan Pertamina," ujar Rini. (BH)

Baca Juga