ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Kemenperin Fokus Selesaikan TKDN Migas dan Kelistrikan

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan APBN tahun 2019 fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ini sesuai dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana salah satu program prioritasnya adalah peningkatan kualitas SDM agar mampu menghadapi revolusi industri generasi keempat.   “APBN 2019 akan fokus pada pembangunan SDM, seperti melalui pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match dengan industri. Langkah strategis ini guna mendorong terciptanya inovasi untuk industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, seperti dikutip dari situs resmi Menperin, Senin (27/8).   Airlangga menjelaskan, pihaknya juga akan fokus terhadap pelaksanaan kebijakan untuk mengoptimalkan program Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di sejumlah proyek-proyek sektor migas dan kelistrikan. Kebijakan TKDN yang lebih ketat merupakan langkah berani untuk mewujudkan kemandirian pembangunan industri dan infrastruktur. Beberapa penajaman yang dilakukan di antaranya adalah menyusun rincian aturan dan tentunya pelaksanaan yang diikuti pengawasan.   Usaha Hulu Migas dikoordinasikan oleh SKK Migas dan dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di bawah Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Begitu juga dengan pembangunan sejumlah pembangkit listrik, transmisi energi listrik PLN berada di bawah Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Selain itu, kandungan lokal pembangunan pembangkit listrik untuk tercapainya target program 35.000 MW tahun 2019 juga dipasok oleh industri barang modal dalam negeri.   Lebih lanjut, Airlangga memaparkan bahwa pihaknya juga tengah mendorong percepatan pembangunan klaster industri berbasis sentra di sejumlah wilayah seperti di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah hingga Papua.   “Diperkirakan proyek-proyek tersebut akan dimulai pada tahun 2022-2023. Karena untuk tahun 2018-2021, akan dibuat terlebih dahulu roadmap dan blueprint desain klaster industri di sana,” ungkapnya.   Mengutip Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Sidang Umum Tahunan MPR RI tanggal 16 Agustus 2018 lalu, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah terus mendorong pendidikan tinggi untuk melakukan terobosan-terobosan. Dengan begitu, para lulusan perguruan tinggi bisa lebih adaptif di era revolusi industri 4.0.   Dia juga menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM menjadi prioritas karena dapat memacu produktivtas dan daya saing sektor industri nasional. Adapun, lima sektor manufaktur yang tengah dikembangkan adalah industri makanan dan minuman, otomotif, elektronika, kimia serta tekstil dan pakaian.   “Sektor-sektor ini memiliki potensi dan keunggulan komparatif serta berkontribusi 60 persen terhadap PDB,” papar Menteri Perindustrian.   Program yang akan dilaksanakan antara lain pengembangan lima sektor industri prioritas yang ditetapkan Making Indonesia 4.0, peningkatan kompetensi SDM industri melalui pendidikan vokasi, serta kegiatan Santripreneur dan penumbuhan wirausaha idustri baru. BH

Baca Juga