ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Pembangunan PLTN Dinilai Bertabrakan dengan KEN

energipos, Jakarta-Hasrat pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai gegabah. Selain itu juga dinilai menabrak ketentuan yang telah dituangkan dalam PP Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang disahkan Oktober 2014. "Rencana tersebut (pembangunan PLTN-red) tidak konsisten dengan PP KEN karena diamanatkan bahwa PLTN sebagai pilihan terakhir," ujar Herman Darnel Ibrahim, pakar energi kepada energipos, Sabtu (20/6/2015). Penjelasan Herman Darnel disampaikan menanggapi terbitnya Buku Putih berisi rencana pembangunan PLTN. Pada buku yang telah diteken oleh Menteri ESDM Sudirman Said ini pemerintah berencana membangun 5000 MW PLTN. Dua lokasi yang sudah santer disebut sebagai lokasi pembangunan PLTN adalah di Belitung, Bangka-Belitung dan Berau, Kalimantan Timur. Bahkan Gubernur Kaltim Awang Farouk mengaku investor China siap membangun PLTN diwilayahnya itu. Herman Darnel yang juga anggota Komisioner Dewan Energi Nasional (DEN) 2009-2014 mengingatkan bahwa rencana pembangunan PLTN yang akan dilakukan baik di Belitung maupun Kaltim tak sesuai program ketenagalistrikan nasional. "Pembangunan PLTN di Bangka dan Kaltim tidak ada dalam RUKN (Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional) dan juga tak ada dalam RUPTL (Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik)," ujar Herman yang juga mantan direktur PLN ini. Herman yang juga doktor lulusan ITB ini mengungkapkan rencana pembangunan PLTN di dua lokasi dengan kapasitas 1000 MW tidak rasional. Pasalnya demand (kebutuhan) didaerah tersebut tak sebesar itu. Sehingga tak laik dilakukan pembangunan jika toh dilakukan study kelayakan.(mt)

Baca Juga