ramadhan 1436

Energipos.com/News/Ekonomi

shadow

Program BBM Satu Harga Ditargetkan Capai 159 Titik Pada 2019

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Di penghujung tahun 2017, Presiden Joko Widodo resmikan 17 titik penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga yang terpusat di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (29/12). Dengan peresmian tersebut, maka total lembaga penyalur BBM Satu Harga yang telah beroperasi pada tahun 2017 menjadi 57 titik, setelah 40 titik telah beroperasi sebelumnya. Pemerintah menargetkan program BBM Satu Harga dapat mencakup 159 titik hingga tahun 2019. Masyarakat yang sebelumnya harus mengeluarkan Rp 7.000 hingga Rp 100.000 untuk 1 liter BBM, kini bisa membeli dengan harga Rp 6.450 per liter untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar. "Negara kita ini adalah negara yang sangat besar dengan sebaran pulau yang sangat banyak dengan kondisi infrastruktur yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebelumnya memang di tempat-tempat yang terpencil harganya (BBM) 10 kali lipat, (bahkan) 15 kali dari harga yang ada di pulau Jawa. Ini yang kita kejar," ujar Presiden dalam sambutannya. Jokowi mengungkapkan, saat pertama kali program BBM Satu Harga diumumkan banyak yang meragukan bahwa program ini akan berjalan. "Program ini (dapat berjalan) karena memang tidak terlalu sulit, tidak terlalu mahal biayanya dan saat itu saya suruh menghitung pada Menteri ESDM dan Menteri BUMN, berapa sih biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Tadi sudah disebutkan oleh Menteri ESDM kurang lebih Rp 800 miliar. Kalau dulu subsidi BBM kurang lebih Rp 300 triliun saja diberikan, ini masak tidak lebih satu triliun saja tidak diberikan. Itulah saya putuskan kenapa BBM Satu Harga itu hadir," terang Jokowi. (bh, foto setkab)

Baca Juga