ramadhan 1436

Energipos.com/News/Bisnis

shadow

Holding BUMN Energi Dimatangkan, Ini Penjelasan Menteri Rini

ENERGIPOS.COM, Jakarta--Rencana pembentukan perusahaan induk (holding) BUMN Energi terus bergulir. Menurut Menteri BUMN Rini Soemarno kini tengah dilakukan pendalaman kajiannya.

"Holding (BUMN energi-red) sedang kami analisa. Pro dan kontra memang ada terutama tadi masing-masing perusahaan itu sendiri," kata Rini Soemarno di Jakarta, Senin (27/7/2015) usai halal bi halal dengan direksi dan komisaris BUMN.

Rini menjelaskan pendalaman kajian lantaran sektor energi meliputi kelistrikan, migas maupun terkait energi terbarukan. Selama ini ada beberapa BUMN yang menangani masing-masing sub sektor.

Selain itu juga analisis lingkup bisnisnya. "Apakah holding BUMN Energi ini murni holding atau holding tapi ada aktivitasnya, seperti holding perkebunan oleh PTPN III sebagai induk, namun di dalamnya ada aktivitas usaha masing-masing 13 anak usaha PTPN," ujar Rini.

Karena holding ini juga terkait dengan infrastruktur maka kajian juga ditekankan pada aspek apakah perlu pembentukan anak usaha khusus yang menjalankan proses bisnis secara tersendiri. Sebab bisnis infrastruktur agak beda dengan energi.

Saat ini ada beberapa BUMN yang bergerak dalam bidang energi. Seperti PT Pertamina, PT PLN, PT PGN, PT Energy Management Indonesia (EMI), termasuk PT Rekayasa Industri (Rekind) yang bergerak dalam proyek infrastruktur energi.

Pertamina tercatat memiliki aset paling besar yang mencapai sekitar Rp704 triliun, PLN sekitar Rp 604 triliun, PGN sekitar Rp77,32 triliun), serta Rekind Rp1,93 triliun. Pertamina sebelumnya disebut-sebut sebagai induk holding ini.

Mengenai PGN yang saat ini merupakan perusahaan publik (go public), Rini menuturkan tentu ada positif dan negatifnya. Pasalnya, saat ini PGN sebagian sahamnya yang dimiliki publik membutuhakn perlakuan sendiri jika digabung.

Baca Juga