ramadhan 1436

Energipos.com/News/Bisnis

shadow

Harga Minyak Turun, Gelombang Seismic Tetap Tajir

ENERGIPOS.COM, Jakarta--Penurunan harga minyak mentah tak berpengaruh terhadap bisnis PT Gelombang Seismic Indonesia (GSI). Pasalnya order survei seismik GSI terus mengalir deras.

Bahkan tahun ini GSI membidik kenaikan pendapatan hingga 50 persen dibanding tahun lalu. Tahun 2014 GSI membukukan pendapatan USD 6,05 juta. Tahun ini korporasi berharap mengumpulkan pendapatan UDD 9 juta.

"Pendapatan itu akan berasal dari tiga proyek survei seismik dari perusahaan minyak lokal. Nilai masing-masing proyek itu berkisar USD 2 juta," ujar Direktur Keuangan GSI, Tjiong Tek Siong di Jakarta, Jumat (24/7/2015).

Selain itu GSI juga mengincar dua hingga tiga tender lagi dari perusahaan minyak dalam negeri dan luar negeri. Dari tiga proyek yang sudah dikerjakan GSI mendapat revenue minimal USD 6 juta.

Tjiong Tek Siong mengungkapkan saat ini beberapa klien GSI berasal dari benua Afrika. Perusahaan juga tengah mengincar tender survei seismik dari India yang kini sedang gencar mencari cadangan minyak.

Ditambahkan dari target pendapatan itu, perseroan menargetkan marjin laba bersih sebesar 7 persen atau USD 630.000. Sedang tahun lalu, laba bersih GSI mencapai sebesar USD 195.43.

Tjiong mengungkapkan penurunan harga minyak yang terjadi belakangan ini tidak berdampak langsung ke perseroan. "Karena survei itu untuk kebutuhan jangka panjang, sehingga penurunan harga minyak yang terjadi sekarang tidak terlalu berdampak," ujar dia.

Bahkan GSI berencana ekspansi dengan membeli perlengkapan kegiatan survei. Namun pembelian akan dilakukan setelah mendapat kepastian tender proyek. Pendanaannya akan berasal dari dana penjualan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Baca Juga