ramadhan 1436

Energipos.com/News/Bisnis

shadow

Industri Energi Perlu Waktu Terapkan Penggunaan Rupiah

ENERGIPOS.COM, JAKARTA- Industri energi memiliki karakteristik khusus sehingga tidak dapat secara langsung menerapkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI.

Sebagaimana dikutip dari laman www.esdm.go.id (2/7), Kementerian ESDM dan Bank Indonesia telah mencapai kesepakatan terhadap 3  kategori transaksi.

Pertama yang bisa menerapkan ketentuan PBI (misalnya sewa kantor), terhadap transaski ini diberikan waktu transisi paling lambat 6 bulan.

Kedua adalah transaksi yang masih membutuhkan waktu (misalnya transaksi impor), terhadap transaksi ini diberikan waktu  sesuai perjanjian untuk bertransaksi dengan mata uang asing namun akan dijajagi  kemungkinan perubahan perjanjian.

Ketiga, transaksi yang secara fundamental sulit menerapkan PBI antara lain karena diatur oleh regulasi pemerintah (misalnya sewa kapal).

Terhadap transaksi ini, pelaku usaha dapat menggunakan mata uang asing.  Untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelaku usaha sektor energi, Kementerian ESDM dan BI akan membentuk gugus tugas  untuk memfasilitasi dunia usaha tidak mengalami kesulitan dan dapat menjalankan kegiatan dengan normal.

Selanjutnya KESDM dan BI akan mengeluarkan tata cara pelaksanaan implementasi PBI Nomor 17/3/PBI/2015 di sektor energi (bh).

 

Baca Juga