ramadhan 1436

Energipos.com/News/Bisnis

shadow

Gandeng Steinbeis, MITI Rekatkan Dunia Industri dan Riset

Jakarta,Stuttgart Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI) menggandeng Steinbeis-Jerman guna menjembatani dan merekatkan dunia industri dengan riset. Kedua pihak sepakat melakukan layanan transfer teknologi dan pengembangan SDM yang melatih baik dunia industri maupun riset. Kesepakatan kerjasama dilakukan dalam pertemuan di kantor Steinbeis di Stuttgart, Jerman. Hadir pada pertemuan kerjasama itu adalah Ketua Umum MITI Dr. Warsito P. Taruno. Sedang dari pihak Steinbeis dihadiri oleh Managing Director Research dan Director Internasional, Uwe Haug. Warsito menyampaikan keberadaan institusi yang memfasilitasi transfer teknologi sangat penting. Di satu sisi kualitas SDM peneliti kita cukup bagus, bahkan jika dibandingkan rata-rata di ASEAN. Masalahnya kebanyakan tidak mengerti apa yang dibutuhkan perusahaan, sehingga tidak banyak melakukan riset yang diperlukan dunia usaha, ujar Warsito. Di sisi lain, diungkapkan oleh Warsito, kebanyakan perusahaan di Indonesia tidak tahu mau melakukan apa dengan riset. Maka yang diperlukan oleh perusahaan Indonesia adalah bagaimana mengakses SDM peneliti di lembaga riset milik pemerintah atau Universitas. Skema semacam sabbatical leave peneliti di perusahaan swasta mungkin bisa membantu,jelas Warsito yang juga alhi Thomographi tingkat dunia ini. Kerjasama antara MITI dengan Steinbeis untuk transfer teknologi adalah merupakan perkembangan yang baru karena seringkali hanya dilakukan antar lembaga pemerintah. Kerjasama antara MITI dengan Steinbeis diharapkan bisa melancarkan proses pemanfaatan hasil litbang oleh industri sehingga mampu mendorong peningkatan kemampuan inovasi dan daya saing industri nasional. Berawal dari sebuah pusat transfer individu perguruan ilmu terapan di negara bagiàn BadenWuttenberg di Jerman, Steinbeis kini berubah menjadi jaringan kerja yang kuat dengan 978 perusahaan dibawahnya. Perusahaan-perusahaan Steinbeis rata-rata berbasis lembaga penelitian terapan. Sementara MITI sejak didirikan 10 tahun yang lalu mempunyai misi untuk mendorong pemanfaatan riset dan inovasi di industri dan pembangunan ekonomi secara umum. Saat ini MITI secara aktif telah melakukan inisiatif untuk menginkubasi hasil-hasil penelitian di bidang agrobisnis, IT, perkapalan dan medis menjadi produk-produk yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(ris)

Baca Juga